Ayah Bunda, sebagaimana yang diketahui bahwa tokowafeeq.com adalah toko yang menjual tools pendidikan buat anak-anak, seperti pendidikan jasmani berenang (kami menjual baju renang muslim untuk anak), flash disk bimbelbee (bimbingan belajar dalam flash disk), dan lainnya. Oleh karena itulah, maka tulisan di blog ini kami isi dengan tema seputar pendidikan anak.

Salah satu life skills (keterampilan hidup) yang perlu diajarkan kepada anak adalah financial literacy atau literasi finansial/literasi keuangan.

Sebagai bahan inspirasi dan bahan pembelajaran tentang keuangan kepada anak-anak, saya akan share flyer literasi finansial yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


flyer literasi keuangan dari kemdikbud RI



Flyer dalam bentuk gambar ini akan saya tulis ulang dalam bentuk text agar ayah bunda mudah menyalin ke notepad untuk menyimpan informasinya.

Apa literasi finansial itu?


arti dan makna literasi finansial


Kita mulai dulu dengan pengertian literasi.

Makna literasi adalah kemampuan menulis dan membaca.

Bisa juga maknanya lebih luas yaitu pengetahuan atau keterampilan dalam bidang/aktivitas tertentu.

Jadi Literasi finansial/literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang keuangan.

Lihat https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/literasi


Pentingnya literasi finansial


Seperti yang telah saya tulis di atas bahwa literasi finansial adalah literasi yang penting diajarkan sejak dini kepada anak-anak kita.


alasan pentingnya literasi finansial



Mengapa literasi ini sangat penting? Agar anak-anak mempunyai dasar ilmu sehingga dapat membuat keputusan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.


Manfaat literasi finansial 


Setelah mengetahui pentingnya literasi keuangan, maka pada flyer ini dibahas beberapa manfaat yang yang dapat dipetik dari pengetahuan dasar tentang keuangan ini, yaitu:

a. Dapat merencanakan keuangan dengan lebih efektif dan lebih baik.

b. Mampu menyaring, memilih, dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan keperluan diri dan keluarga.

c. Dapat memahami manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan.

d. Terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.


manfaat literasi finansial



Tambahan dari penulis:

- Dapat meningkatkan semangat wirausaha / entrepreneurship.

- Dapat mengetahui lebih dini flow (alur) uang, bagaimana cara mendapatkannya, dst. sehingga anak dapat memilih profesi atau aktivitas pekerjaan yang sesuai minatnya.


Contoh aktivitas pembelajaran literasi keuangan



contoh aktivitas belajar literasi finansial


Contoh aktivitas belajar finansial di sekolah:


a. Membuat atmosfir agar anak aktif di koperasi sekolah, seperti menabung atau berbelanja di koperasi.

b. Mengadakan pelatihan / ekstra kurikuler tentang literasi ini, contohnya:

- penjelasan tentang pentingnya menabung.

- penjelasan tentang perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.

- penjelasan tentang apa-apa saja hal yang bisa kita tunda mendapatkannya dan bagaimana cara yang benar untuk mendapatkannya.

- penjelasan metode pembayaran, seperti cash/tunai, kredit, debit, barter, dll.

- Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk anak-anak.

- Melakukan kunjungan ke pasar-pasar tradisional, swalayan, modern, dan melakukan beberapa aktivitas seperti: mencatat apa saja yang akan dibeli, membandingkan harga dan memeriksa struk belanja, dll.

- Melakukan kunjungan ke bank, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya.


Contoh aktivitas belajar finansial di rumah


a. Memperkenalkan aktivitas yang menghasilkan uang, seperti berdagang, bekerja, menulis, menjual jasa, dan lainnya.

b. Mengajarkan anak dan membiasakan anak mengelola uang yang ia dapat (dari uang saku, uang pemberian nenek/kakek, dari hasil market day di sekolah, dll) dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan.

c. Mengajak anak berpikir kritis agar didapat pemahaman yang kuat bagaimana alur (flow) uang bekerja, dimulai dari menghasilkan uang, menyimpanya, mengeluarkannya (berbelanja, bersedekah, donasi, dll), dan seterusnya.

d. Membiasakan anak menabung, baik di celengan atau di bank.

e. Bermain bersama anak permainan yang terkait keterampilan finansial seperti permainan monopoli.

f. Mengajarkan dan mendorong anak agar membuat perencanaan keuangan sendiri, contohnya: perencaanaan membeli buku, membeli mainan, anggaran jajan, liburan, dst.

g. Mengajarkan anak hidup hemat dan membiasakan praktik 4 R yaitu reduce, reuse, recycle, recover.

h. Mengajarkan agar anak tidak membiasakan berhutang (kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa/darurat), memberikan informasi tentang bahaya riba.



Sejarah Uang




Pada gambar di atas, kita bisa melihat sejarah penggunaan uang.

1. Orang menggunakan sistem barter yaitu tukar barang. Hal ini dilakukan sejak 6000 SM.

2. Sejak 1000 SM mulai dikenal konsep uang sebagai barang seperti kulit harimau, gading, dll.

3. Orang mengenal uang emas dan uang perak sejak 700 SM sampai 1824 M.

4. Uang kartal (baik logam dan kertas) mulai digunakan untuk transaksi sejak 1824 sampai sekarang.

5. Di era teknologi informasi dan digital, sejak tahun 2007 uang digital atau uang elektronik (e-money) telah dikenal dan digunakan.

0 comments:

Post a Comment